Tuesday, September 9, 2014

Ekonomi Mandiri Indonesia Part 1

free counters





Halo agan dan sista…..SELAMAT PAGI SEMUANYA…. :) masih pada semangat kan pada pagi hari ini saya ingin membahas perihal kemandirian ekonomi bangsa sebuah topik yang luas dan mencangkup seluruh aspek namun perlu agan dan sista ketahui topik ini sangat perlu kita bahas secara spesifik dan struktur.

Seperti yang agan dan sista ketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini yang dilansir oleh pak presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai berikut “"Alhamdulillah ekonomi Indonesia, oleh World Bank, ditetapkan sebagai ekonomi nomor sepuluh di dunia," kata SBY saat meresmikan Rajawali Televisi di Jakarta Convention Center, Sabtu, 3 Mei 2014.

Menurut SBY, peringkat ekonomi Indonesia tahun ini berada di bawah sembilan negara, yakni Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, dan Inggris. "Tentu ini awal yang baik," ujar mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini.

Namun, dia menambahkan, jalan Indonesia untuk menjadi negara maju masih panjang. "Masih banyak yang harus kita benahi, masih banyak permasalahan yang harus                                                kita atasi, di sana-sini masih ada kekurangan kita," ucap SBY ( sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/05/04/087575194/Peringkat-Ekonomi-Indonesia-Masuk 10-Besar-Dunia )
Menurut pak sby dalam acara peresmian stasiun rajawali televisi saat di singgung perihal permasalahan ekonomi indonesia Pak Susilo Bambang Yodhoyono berkata segala permasalahan ini bisa diatasi jika semua elemen bangsa memiliki sikap optimistis. "Kalau di antara kita mengatakan, 'Ah, mana bisa Indonesia?' Ubahlah sikap dan pemikiran itu, insya Allah Indonesia bisa," kata SBY. 

Nah berdasarkan pemberitaan diatas saya tertarik untuk mengulas perkembangan ekonomi Indonesia pada tahun 2014 ini. Seperti yang agan dan sista ketahui Tujuan akhir suatu Negara yaitu dapat memiliki perekonomian yang stabil dan tumbuh secara berkelanjutan yaitu  merupakan bagian dari hasil atas segala kebijakan baik fiskal, moneter, maupun struktural di setiap negara. 

Sebuah pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan berkembang secara signifikan sering dikaitkan dengan kondisi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi suatu bangsa atas perkembangan  bangsa di kancah internasional. 

Seperti yang kita ketahui faktor – faktor kemajuan tersebut sangat erat hubungannya dengan karakter dan jati diri suatu bangsa untuk memiliki bargaining position yang kuat di kancah dunia internasional. Sebuah Negara agar mendapatkan bargaining position tersebut salah satunya dapat diperoleh dengan jalan kemandirian ekonomi yang telah dianut oleh Negara kita.

Dalam salah satu diskusi, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Avilliani SE, Msi mengatakan bahwa suatu bangsa dapat dikatakan memiliki jati diri dan karakter yang kuat apabila memiliki kemandirian ekonomi. Kemandirian ekonomi sendiri diartikan sebagai sebuah kondisi bangsa untuk memiliki ketahanan ekonomi terhadap berbagai macam krisis dan tidak bergantung pada negara lain. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Aviliani dalam Dialog Publik Penguatan Ketahanan Sosial Masyarakat Menghadapi Tantangan yang digelar atas kerjasama UIN Jakarta dan Kementerian Komunikasi dan Informatika di Auditorium Utama, Selasa, (30/3). Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, Kepala Badan Informasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informasi (BIP Kominfo) Drs Freddy H Tulung MUA, dan dosen Departemen Filsafat Universitas Indonesia (UI) Dr Donny Gahral Adian.

Menurut Aviliani, Indonesia memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian nasional, baik Sumber Daya Alam (SDA) maupun SDM.  “Apabila potensi yang ada ini dioptimalkan, saya yakin kita bisa lebih maju dari sekarang dan mandiri secara ekonomi. Pasar kita luar biasa mencapai 200 juta jiwa lebih,” tandasnya.

Di bidang SDA, Aviliani berucap bahwa Indonesia unggul di bidang agroindustri dan sektor riil. Namun, ia menyayangkan rendahnya political will baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Padahal, pertanian menjadi penyedia lapangan kerja terbesar, mencakup 40 persen dari total angkatan kerja. “Di sisi lain, daya saing produk kita sangat lemah. Kita hanya mengekspor barang mentah dan mengimpor barang setengah jadi. Di sini kita seolah-olah tidak memiliki identitas. Kita hanya dijadikan pasar negara maju,” terangnya.

Ibu Aviliani ini menambahkan, jati diri bangsa Indonesia sedikit terangkat karena berhasil melewati krisis ekonomi global dengan baik serta sejajar dengan RRC dan India melalui pertumbuhan ekonomi yang positif.
“Setidaknya ada dua alasan utama kita sukses melewati krisis. Masyarakat Indonesia masih menyisihkan sebagian uangnya untuk menabung di bank, dan 80 persen ekonomi kita berada di sektor riil. Berbanding terbalik dengan negara maju yang berkutat pada kredit dan mekanisme pasar,” ujarnya.

Namun, Aviliani memperingatkan jika ekonomi Indonesia berada dalam bubble economy. Semakin lama, mekanisme pasar semakin berlaku. Pasar uang sedang menggeliat. IHSG Indonesia berada di nomor dua di dunia setelah China. Sektor ekonomi unggulan sebagian besar dikuasai asing termasuk perbankan. “Jika dibiarkan, bubble economy ini akan pecah dan kita bisa terpuruk lagi seperti krisis 1998,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan jati diri dan kemandirian ekonomi bangsa, Aviliani memberikan tiga solusi agar ekonomi bangsa Indonesia lebih maju. Tiga solusi itu adalah efisiensi, ekspansi, dan penetrasi pasar. “Uang APBN dan APBD harus dikeluarkan dengan prinsip efisiensi, perusahaan BUMN harus melakukan ekspansi pada sektor strategis dan menasionalisasi seperti migas serahkan saja ke Pertamina. BUMN dan swasta lokal harus melakukan penetrasi pasar agar pasar kita tidak direbut negara lain,” katanya

Dalam pemaparan yang di jelaskan oleh ibu Aviliani yang merupakan pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Penting untuk dicatat dalam konteks tidak bergantung kepada negara lain bukan berarti sebuah statement yang menunjukkan anti-asing. 

Sebuah sikap kemandirian dipandang sebagai sebuah langkah untuk menciptakan perekonomian yang tahan terhadap krisis dan mampu untuk meredam goncangan perekonomian global, serta menciptakan kondisi ekonomi yang saling tidak bergantung sepenuhnya pada negara lain.

Dimana dalam pernyataan ibu Aviliani sebagai berikut “Namun, Aviliani memperingatkan jika ekonomi Indonesia berada dalam bubble economy. Semakin lama, mekanisme pasar semakin berlaku. Pasar uang sedang menggeliat. IHSG Indonesia berada di nomor dua di dunia setelah China. Sektor ekonomi unggulan sebagian besar dikuasai asing termasuk perbankan. “Jika dibiarkan, bubble economy ini akan pecah dan kita bisa terpuruk lagi seperti krisis 1998,” imbuhnya.” 

Dimana sudah diketahui oleh public dimana sector – sector ekonomi unggulan di Indonesia telah dikuasai oleh Pihak Asing termasuk dalam sector perbankan. Dan keadaan ekonomi Indonesia saat ini dalam keadaan bubble economy dan apabila keadaan ekonomi ini kembali pecah seperti di tahun 1998 dimana para investor asing menarik dana investasinya yang dimana mengakibatkan perekonomian Indonesia mengalami kemunduran dan pada akhirnya terjadi krisis ekonomi dan kerusuhan dimana-mana.

Maka penulis melemparkan pertanyaan kepada para agan dan sista yaitu : APAKAH AGAN DAN SISTA MENGINIGINKAN KEJADIAN TERSEBUT TERULANG KEMBALI ???

Apabila agan dan sista menjawab tidak ingin terjadi kembali keadaan ekonomi tersebut maka hal yang perlu dilakukan saat ini adalah kemandirian ekonomi nasional secara menyeluruh. mengingat selama Negara Indonesia ini berdiri belum menunjukkan adanya transformasi ekonomi secara struktural. Tak hanya itu, dapat kita lihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh diatas rata rata global dianggap sebagai momentum yang tepat guna menciptakan kemandirian ekonomi.
Profesor Sarbini Sumawinata (1983), berkata :

”Sejarah ekonomi kita adalah sejarah tanpa perubahan.” Pernyataan demikian memang sangat satir dan terkesan hiperbolis. Namun, apabila dikaji secara mendalam, perkembangan perekonomian Indonesia sejak kemerdekaan hingga reformasi saat ini belum menunjukkan perubahan yang berarti.

Menelisik pernyataan Profesor Sarbini Sumawinata diatas maka dapat kita ambil kesimpulan  bahwa sejarah pertumbuhan ekonomi kita berjalan dengan statis, dan belum terdapat perubahaan yang berarti atau dapat kita sebut pertumbuhan ekonomi kita berjalan dengan sangat dinamis. Dan seperti agan dan sista ketahui beberapa kali Negara kita melalui gelombang dinamika sejarah perekonomian yaitu 3 kali mengalami krisis ekonomi dimana Negara ini selalu kembali ke titik semula. 

Kenapa saya mengatakan perekonomian Negara kita ini kembali lagi ke titik semula. Karena saya tidak melihat ada perubahan yang signifikan terhadap sistem ekonomi kita terutama agan dan sista dapat  melihat  pada pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kemakmuran rakyat banyak seperti yang tercantum pada pasal 33 UUD 1945  ayat 1 sd 5 

Pembangunan ekonomi yang berbasiskan kemakmuran rakyat kini mengalami penurunan terutama pada pasal 33 ayat 2 ; 3  & 4 yang berbunyikan 

Pasal 33 ayat 2 :
Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.

Pasal 33 ayat 3 :
Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pasal 33 ayat 4 :
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Dimana pada saat ini perkembangan ekonomi nasional yang diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi dengan prinsip kebersamaan, efisien berkeadilan, berkelenajutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional serta dimana harus memperhatiakan aspek cabang – cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak yang dimaksud oleh pasal diatas kini sepertinya tidak berlaku pada 3 periode pemerintahan karena selama 3 periode pemerintahan seperti yang diketahui oleh agan dan sista telah banyak Perusahaan BUMN yang telah dijual ke Pihak – pihak asing dan Pihak – pihak swasta melalui sistem IPO (Initial Public Offering).

Salam Perubahan
Arief Tri Setiaji, S.E
Kajian Pustaka :
Anoraga, Panji. (1995). BUMN, Swasta dan Koperasi : Tiga Pelaku Ekonomi. Jakarta: PT Dunia Pustaka jaya.
Ceachern, William A. (2001). Ekonomi Makro. Jakarta: PT Salemba Empat.
Moeljono, Djokosantoso. (2004). Reinvesi BUMN.. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
Musthofa, Chabib (2007). Diktat Mata Kuliah Studi Pembangunan. Surabaya : IAIN Sunan Ampel Surabaya.
_____. (2002). Penjualan PT Indosat. [Online]. Tersedia:  http://www.gatra.com/2002-12-23/versi_cetak.php?id=23424 [1 November 2010].
 

Share:

Monday, September 1, 2014

MARI MENGENAL APA ITU PENGANGGARAN ??


free counters


MARI MENGENAL APA ITU PENGANGGARAN ??

Halo Agan dan sista Selamat pagi

Gimana pagi ini masih pada semangat kan ?

Pada pagi hari ini saya ingin berbagi perihal Penyusunan anggaran nih semoga artikel ini dapat mempermudah kalian dalam membuat tugas penganggaran kalian di dunia perkuliahan ataupun sebagai landasan dasar kalian dalam membuat laporan anggaran perusahaan

Seperti yang agan dan sista ketahui penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif orang lain.

Di dalam dunia perkantoran Penyusunan anggaran sering juga diartikan sebagai perencanaan laba (proft planing). Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang selalu diproyeksikan dimasa yang akan mendatang.

Dengan memiliki tujuan untuk melukiskan jumlah anggaran dan proses dalam penyusunan anggaran.

Untuk dapat memudahkan kita dalam memahami dalam penyusunan anggaran dapat kita umpamakan dengan sebuah proyek pembangunan gedung berlantai Enam puluh Lima Tingkat. Untuk membangun gedung tersebut memerlukan jangka waktu empat tahun. Gedung tersebut akan dibangun berdasarkan cetak biru (blue print) dan berdasarkan rencana biaya yang dibuat oleh seorang arsitek.

Nah gimana gan and sista sejauh ini masih dapat memahami betapa pentingnya dalam melakukan penyususnan anggaran yang valid dan terkontrol kan dengan perumpamaan pembangunan sebuah gedung bertingkat diatas karena dengan tanpa ada pengawasan dan anggaran yang valid dan terhitung secara baik maka akan membuat gedung diatas akan mengalami berbagai kemungkinan yaitu GEDUNG TIDAK SELESAI DALAM WAKTU 4,5 TAHUN ATAU RESIKO PALING BERBAHAYA YAITU RUNTUHNYA GEDUNG AKIBAT ADANYA KEBOCORAN ANGGARAN AKIBAT KORU[SI BAHAN-BAHAN BANGUNAN TERSEBUT.


Ok mari kita lanjutkan pembahasannya seperti yang diketahui oleh agan dan sista untuk dapat kita mengaplikasikan pembangunan gedung berlantai 65 lantai tersebut maka dalam Setiap bulan perlu dibuatkan anggaran biaya untuk pedoman dalam pelaksanaan kerja dalam setiap kegiatan pembangunan bagian gedung tersebut, sehingga keseluruhan pekerjaan gedung tersebut dapat terlaksana sesuai dengan blue print yang telah direncanakan dengan rencana biaya yang telah disusun sebelum proyek pembangunan gedung tersebut dilaksanakan.

Nah begitu pula dalam Sistem Pengelolaan perusahaan tidak jauh berbeda dengan pengelolaan suatu proyek pembangunan gedung yang dimana telah saya coba paparkan dijelaskan diatas. Untuk jangka waktu tertentu.
Baik mari kita aplikasikan dalam pengelolaan anggaran perusahaan agan dan sista kita umpamakan Perusahaan memiliki Tujuan Jangka Panjang Dan Jangka Pendek yang dimana telah ditentukan oleh manajemen puncak mari kita contohkan sebagai berikut :



Contoh Kasus :

Saya berikan satu kasus dalam penentuan anggaran dalam perusahaan yaitu diawali dengan pihak Manajemen Puncak perusahaan (X) menetapkan pembangunan perusahaan dengan jangka waktu lima sampai sepuluh tahun pembangunan perusahaan tersebut,

Seperti yang agan dan sista ketahui langkah selanjutnya yaitu pihak manajemen puncak menetapkan kearah mana perusahaan akan dijalankan yup betul berarti pemikiran kita sama ya.ok mari kita lanjutkan contoh kasusnya lagi ya gan dan sista setelah manajemen puncak meneteapkan kearah mana perusahaan akan dijalannkan maka langkah selanjutnya yaitu  Manajemen puncak menyusun dan merancang semacam blue print perihal  kondisi – kondisi apa yang ingin dicapai perusahaan dalam jangka panjang.

Patut kita kehaui Blue print ini dapat berisikan  program – program perusahaan jangka panjang seperti pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, keuangan, kepegawaian, citra perusahaan, sistem inforrnasi manajemen, budaya perusahaan dan lain sebagainya.

Kemudian Manajemen mengalokasikan sumber daya yang ada untuk setiap program yang disusunnya. Untuk menjamin seluruh program tersebut terlaksana dengan baik, setelah manajemen mengalokasikan sumber daya yang kompeten setiap rencana yang telah dibuat telah terdistribusikan maka langkah selanjutnya pihak manajemen menyusun anggaran yang berisi rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tersebut.

Dalam proses penyusunan anggaran tersebut, pihak manajemen puncak menunjuk  manajer yang akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan rencana kerja yang telah disusun tersebut kemudian dialokasikan berbagai sumber daya yang diperlukan kepada manajer yang bersangkutan.

Anggaran menjamin pelaksanaan rencana kerja dengan biaya yang sesuai dengan yang direncanakan dalam anggaran. Dengan demikian penyusunan anggaran dimaksudkan untuk memberikan jaminan pencapaian blue print tentang program jangka panjang, yang mencakup pangsa pasar, produk dan teknologi produksi,kepegawaian, keuangan, citra perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya perusahaan dengan biaya sesuai dengan yang dianggarkan sebelumnya.

Anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu tahun membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang diperkirakan.

Dengan anggaran, maka manajemen dapat mengarahkan jalannya perusahaan kesuatu kondisi tertentu. Timbul sebuah pertanyaan Mungkinkah perusahaan dijalankan berdasarkan anggaran yang dibuat tidak berdasarkan program jangka Panjang ? Mungkin saja manajemen hanya menyusun anggaran tahunan, tidak menyusun anggaran jangka panjang.

Dalam hal demikian, daIam jangka panjang perusahaan sebenarnya tidak berjalan kearah manapun. Kalau misalnya setelah lima tahun perusahaan semacam ini mencapai posisi persaingan sebagai market leader, pencapaian posisi bukan hasil suatu usaha yang terencana, namun lebih sebagai suatu kebetulan.

Proses penyusunan anggaran merupakan proses penyusunan rencana jangka pendek, yang dalam perusahaan berorientasi laba, pemilihan rencana didasarkan atas dampak rencana kerja tersebut terhadap laba. Oleh karena itu sering sekali proses penyusunan anggaran sering sekali disebut sebagai penyusunan rencana laba jangka panjang (short-run profit planning). Untuk memungkinkan manajemen puncak melakukan pemilihan rencana kerja yang berdampak baik terhadap laba, manajemen menggunakan teknik analisa biaya-volume dan laba yang telah tersedia dilapangan sesuai jenis perusahaan yang dimiliki.

    nah gan semoga penjelasan singkat dan contoh kasus perihal proses penentuan anggaran dalam perusahaan ini bisa dipahamai dengan baik ya, mohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam pemaparan proses penuyusunan anggaran dan makna yang terkandung dalam anggaran perusahaan tersebut sehingga tidak boleh disusun secara asal-asalan karena bisa mengakibatkan kegagalan usaha atau resiko paling besar yaitu kebangkrutan usaha dan bisa disamakan dalam pembangunan sebuah gedung diatas dengan hancurnya gedung atau gedung mengalami kegagalan pembangunan yang dikarenakan tidak disusun perencanaan secara baik.

ok agan dan sista salam perubahan dari saya 

arief.tri.setiaji S.E


Share:

Friday, August 29, 2014

Sistem Pengendalian Manajemen



free counters



Halo agan dan sista selamat pagi 

Dalam Sebuah sistem penganggaran sebuah perusahaan yang patut kita pahami adalah bagaimanakah perusahaan tersebut melakukan pengendalian dalam pengelolaan manajemen mereka. untuk mendapatkan keuntungan maksimal yang diperoleh perusahaan dalam pengelolaan keuangan mereka secara efektif dan efisien.

atas permasalahan diatas saya mencoba untuk menuliskan perihal sistem pengendalian manajemen yang terdiri fungsi pengendalian manajemen dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam diri para pelaksana anggaran agar melaksanakan perannya dalam anggaran sebagai berikut :

Sistem pengendalian manajemen

Mulyadi dan Johny Setiawan (2003: 32) mendefinisikan Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem yang digunakan untuk merencanakan berbagai kegiatan perwujudan visi organisasi melalui misi yang telah dipilih dan untuk mengimplementasikan dan memantau pelaksanaan rencana tersebut.
Sedangkan menurut Robert N.Anthony dan Vijay Govindrajan (1988: 91) menyatakan pengendalian adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya, biasanya aktivitas ini berulang-ulang. Pengendalian manajemen adalah proses yang mana manajer mempengaruhi anggotanya guna melaksanakan strategi organisasi.
Abdul Halim dkk. (2000: 13) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian manajemen antara lain : Perilaku Organisasi dan Pusat-pusat pertanggung jawaban yang terdiri dari Pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba dan pusat investasi. Anggaran yang telah disusun dan ditetapkan oleh manajemen memiliki beberapa manfaat dan fungsi. Supriyono, dalam bukunya Sistem pengendalian manajemen (2000: 41) menjelaskan fungsi anggaran sebagai berikut: 

1.      Fungsi perencanaan.
Sebagai fungsi perencanaan, langkah pertama adalah penentuan tujuan yang dilanjuttkan dengan merumuskan strategi dan kebijakan tersebut dituangkan dalam anggaran periodik, guna dapat dinilai dan ditindaklanjuti kemajuan yang telah dicapai apakah sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

2.      Fungsi koordinasi.
Anggaran berfungsi sebagai alat mengkoordinasikan rencana dan tindakan berbagai unit atau segmen yang ada didalam organisasi agar dapat bekerja secara selaras kearah pencapaian tujuan.

3.      Fungsi komunikasi.
Jika menginginkan organisasi dapat berfungsi secara efisien, maka organisasi tersebut harus menentukan saluran komunikasi melalui berbagai unit dalam organisasi tersebut.

4.      Fungsi Motivasi.
Anggaran berfungsi pula sebagai alat memotivasi para pelaksana dalam melakukan tugas-tugas untuk mencapai tujuan. Memotivasi para pelasana dapat didorong dengan pemberian insentif kepada mereka yang berprestasi.

5.      Fungsi pengendalian dan Evaluasi.
Anggaran dapat berfungsi sebagai alat pengendalian, karena anggaran yang sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta penyusunan angaran tersebut. Jika ada penyimpangan antara anggaran dan realisasi maka penyimpangan tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi dan umpan balik untuk perbaikan masa yang akan datang.

perihal cara untuk menumbuhkan motivasi dalam diri para pelaksana anggaran dalam perusahaan agar melaksanakan perannya dalam anggaran dengan baik dan seefisien mungkin dan seefektif mungkin, maka dalam penyusunan anggaran perlu diperhatikan faktor-faktor berikut :

1. Partisipasi dalam penyusunan anggaran

Partisipasi dalam proses penyusunan anggaran meliputi dua jenis pendekatan, yaitu : 

a. Pendekatan “Top Down”, adalah anggaran yang disusun oleh manajemen puncak untuk manajemen dibawahnya. Anggaran ini mempunyai kelemahan, yaitu adanya komitmen yang kurang bagi manajer dan karyawan yang melaksanakan anggaran. 

b. Pendekatan “Bottom Up” adalah anggaran yang disusun oleh manajemen level bawah dan selanjutnya diserahkan kepada manajemen atas. Kelemahan anggaran ini adalah: (a). seringkali tidak memperhatikan keselarasan tujuan, (b) kurang terkendali, (c). tujuan yang ingin dicapai terlalu mudah.

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, anggaran sebaiknya disusun berdasarkan kombinasi “Top Down” dan “Bottom Up” dengan menggunakan langkah-langkah penyusunan anggaran sebagimana telah diuraikan diatas, sehingga sesuau dengan konsep keterlibatan partisipasi dan pemberdayaan.

2.   Tingkat kesulitan anggaran

Anggaran yang ideal adalah anggaran yang sulit, tetapi memungkinkan untuk dicapai. Ada beberapa alasan mengapa harus menyusun anggaran yang dapat dicapai yaitu : 

a. Mengusahakan keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang
b. Untuk mengurangi usaha memanipulasi data
c. Untuk meyakinkan pihak eksternal bahwa informasi keuangan dapat dipercaya
d. Menunjukkan operasi perusahaan yang realistis
e. Menimbulkan suasana kemenangan dan perilaku positif dalam perusahaan.

3.   Keterlibatan manajemen puncak

Keterlibatan manajemen puncak diperlukan agar sistem anggaran dapat secara efektif memotivasi para pelaksana. Manajemen puncak harus berpartisipasi dalam meninjau dan mengesahkan anggaran, jadi tidak sekedar memberikan stempel pengesahan. Selain itu manajemen puncak juga harus mengikuti hasil-hasil pelaksanaan anggaran, sehingga memperoleh umpan balik yang efektif dalam memotivasi para pelaksana.

4.   Peran departemen anggaran

Departemen anggaran berkewajiban untuk menganalisis anggaran secara rinci dan harus yakin bahwa anggaran disusun dengan benar dan informasi yang terkandung tepat. Agar kewajiban tersebut tercapai, departemen harus dapat menjaga keseimbangan antara membantu manajemen lini dan memastikan integritas sistem anggaran. Oleh sebab itu, departemen anggaran harus memiliki reputasi yang baik dan dapat bersikap tidak memihak dan adil.

5.   Laporan yang akuran dan tepat waktu

      Laporan yang tidak akurat berakibat tidak dapat dengan tepat menunjukkan penyimpangan yang terjadi, sedangkan laporan yang terlambat berakibat penyimpangan yang besar terlambat diketahui, sehingga perbaikan sulit dilakukan. Laporan anggaran yang akurat dan tepat waktu dapat digunakan sebagai peringatan dini bagi para pelaksana. Agar laporan akurat dan tepat waktu, maka penyusunan anggaran harus memiliki integritas dan keahlian.
 
              nah gan and sista gimana, semoga penjelasan diatas yang sangat ringkas dapat memberikan manfaat kepada kalian ya apabila ada pertanyaan silahkan di tanyakan dalam tempat yang telah disediakan. akhirul kalam saya ucapkan permohonan maaf apabila ada kesalahan dalam memaparkan teori-teori diatas dan saya ucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada blog saya ini karena telah di singgahi dan dibaca artikelnya.

Salam Agen Perubahan
Arief Tri Setiaji, S.E

Share:

Total Pageviews

Yuk Mari kita Sharing ^_^

a href='http://fcgadgets.blogspot.com'>Blogger Gadgets
Powered by Blogger.

Salam Akuntan Muda

Berpikirlah secara Positif
Ubahlah Pemikiran - pemikiran negatif dalam Kehidupan Anda menjadi Pemikiran - Pemikiran yang selalu Positif dan Memiliki Arah dan Tujuan
Tersenyum & Tebarkan Kebahagian Kepada setiap Insan Manusia
Berbuatlah 3 Kebaikkan pada setiap Harinya
Karena Anda adalah AGENT of CHANGES

About Me

My photo
Jakarta Pusat, jakarta
Assalamu'alaikum wr..wb... Salam Persaudaraan Muslim dari saya,Sebuah Transformasi perlu dilakukan untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan dapat bermanfaat untuk semua pihak dengan cinta dan kasih menebarkan manfaat ke seluruh umat, sekian perkenalan dari saya, untuk lebih lanjut saya menerima untuk berdiskusi dengan kalian sebagai sahabat dalam blog ini. Salam Hangat Dari Saya Arief Tri Setiaji ^_^

My Friend Blogger

Search This Blog

Kenangan Panitia IBF

Kenangan Panitia IBF

Website Forum,Karier , Ekonomi di Perbankan,Lembaga Pemerintahan,IT Corporation & Blogger

Translate